. Obat Sirup Flu Tercemar EG-DEG: Apa Bahayanya dan Bagaimana Mencegahnya? - PORTAL INFORMASI KESEHATAN
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Blogger Jateng

Obat Sirup Flu Tercemar EG-DEG: Apa Bahayanya dan Bagaimana Mencegahnya?

Obat sirup flu merupakan salah satu obat yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi gejala flu, seperti batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan. Namun, tahukah Anda bahwa obat sirup flu bisa saja tercemar oleh zat-zat berbahaya yang dapat membahayakan kesehatan Anda?

Salah satu zat berbahaya yang bisa mencemari obat sirup flu adalah etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Kedua zat ini merupakan senyawa kimia yang biasa digunakan sebagai pelarut atau bahan tambahan dalam produk industri, seperti antifreeze, cat, dan kosmetik.

Sayangnya, EG dan DEG juga sering digunakan sebagai pengganti glikol atau gliserin yang lebih mahal dalam pembuatan obat sirup flu. Padahal, EG dan DEG tidak boleh digunakan dalam obat karena dapat menyebabkan keracunan yang berakibat fatal.

Obat Sirup Flu Tercemar EG-DEG: Apa Bahayanya dan Bagaimana Mencegahnya?

Apa Itu EG dan DEG?

Etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) adalah senyawa kimia yang berbentuk cairan dengan rasa manis. Kedua senyawa ini memiliki sifat fisik dan kimia yang mirip, sehingga sulit dibedakan.

EG dan DEG dapat larut dalam air, alkohol, dan eter. Kedua senyawa ini juga memiliki titik didih yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai pelarut atau bahan tambahan dalam produk industri.

Namun, EG dan DEG juga bersifat racun bagi tubuh manusia. Jika tertelan, EG dan DEG akan dimetabolisme oleh hati menjadi metabolit beracun yang dapat merusak organ-organ vital, seperti otak, paru-paru, hati, ginjal, dan jantung.

Bagaimana Cara Keracunan EG dan DEG?

Keracunan EG dan DEG dapat terjadi akibat konsumsi yang tidak sengaja maupun sengaja. Konsumsi yang tidak sengaja biasanya terjadi karena kelalaian atau kesalahan dalam pembuatan atau penyimpanan produk yang mengandung EG dan DEG.

Misalnya, produk antifreeze yang mengandung EG bisa saja tertukar dengan minuman atau air putih. Atau produk kosmetik yang mengandung DEG bisa saja tercampur dengan obat sirup flu.

Konsumsi yang sengaja dapat dimotivasi oleh upaya bunuh diri atau keinginan untuk mabuk. Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahaya dari EG dan DEG dan mengira bahwa kedua senyawa ini aman dikonsumsi karena rasanya manis.

Apa Saja Gejala Keracunan EG dan DEG?

Gejala keracunan EG dan DEG dapat terjadi secara bertahap, namun seringkali tidak konsisten dan sulit diprediksi. Gejala keracunan EG dan DEG meliputi gangguan saraf, pencernaan, paru-paru, kardiovaskular, hati, ginjal, dan metabolik beserta komplikasinya.

Berikut adalah beberapa gejala keracunan EG dan DEG yang perlu diwaspadai:

Gangguan Saraf

  • Mabuk tanpa disertai bau alkohol
  • Gangguan perilaku dan gerak
  • Bicara menjadi cadel
  • Mengantuk
  • Mudah tersinggung
  • Gelisah
  • Dalam 5-20 hari setelah konsumsi dapat juga timbul kelumpuhan wajah, gangguan pendengaran, gangguan menelan, gangguan penglihatan

Gangguan Pencernaan

  • Mual
  • Muntah atau muntah darah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Perdarahan pada saluran cerna

Gangguan Paru-paru

  • Napas cepat dan pendek
  • Sesak napas
  • Batuk berdarah
  • Edema paru (penumpukan cairan di paru-paru)

Gangguan Kardiovaskular

  • Nyeri dada
  • Tekanan darah tinggi atau rendah
  • Denyut jantung cepat dan tidak beraturan
  • Gagal jantung

Gangguan Hati

  • Nyeri perut kanan atas
  • Kuning pada kulit dan mata (jaundice)
  • Pembesaran hati
  • Gagal hati

Gangguan Ginjal

  • Nyeri pinggang atau punggung bagian bawah
  • Volume urin berkurang atau tidak ada sama sekali
  • Urin berwarna gelap atau berdarah
  • Gagal ginjal akut

Gangguan Metabolik

  • Kejang
  • Koma
  • Gangguan kesadaran
  • Asidosis metabolik (peningkatan keasaman darah)
  • Hipokalsemia (penurunan kalsium dalam darah)

Bagaimana Cara Mengobati Keracunan EG dan DEG?

Pengobatan keracunan EG dan DEG memerlukan pemberian penawar racun (antidotum), pemantauan klinis dan laboratorium yang ketat, serta terapi penunjang sesuai kebutuhan pasien.

Berikut adalah beberapa langkah pengobatan keracunan EG dan DEG yang umum dilakukan:

Pemberian Penawar Racun

Penawar racun yang digunakan untuk mengobati keracunan EG dan DEG adalah etanol atau fomepizole. Kedua zat ini bekerja dengan menghambat enzim yang bertanggung jawab dalam metabolisme EG dan DEG menjadi metabolit beracun.

Dengan demikian, penawar racun dapat mencegah kerusakan organ yang lebih parah akibat akumulasi metabolit beracun. Penawar racun harus diberikan sesegera mungkin setelah terjadi keracunan, sebaiknya dalam 4 jam pertama.

Penawar racun diberikan melalui infus intravena dengan dosis yang disesuaikan dengan berat badan, kadar EG atau DEG dalam darah, dan kondisi klinis pasien. Penawar racun harus diberikan sampai kadar EG atau DEG dalam darah turun di bawah ambang batas aman.

Pemantauan Klinis dan Laboratorium

Pasien yang mengalami keracunan EG dan DEG harus dipantau secara ketat oleh tim medis profesional. Pemantauan klinis meliputi pengukuran tanda-tanda vital, seperti tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh, frekuensi napas, dan saturasi oksigen.

Pemantauan laboratorium meliputi pemeriksaan darah rutin, elektrolit, fungsi hati, fungsi ginjal, gas darah, asam urat, laktat, osmolalitas, dan kadar EG atau DEG dalam darah. Pemantauan laboratorium dilakukan secara berkala untuk menilai respons terhadap pengobatan dan mengidentifikasi komplikasi yang mungkin terjadi.

Terapi Penunjang

Terapi penunjang diberikan sesuai dengan gejala dan komplikasi yang dialami oleh pasien. Terapi penunjang dapat meliputi:

  1. Pemberian cairan intravena untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat muntah, diare, atau dehidrasi
  2. Pemberian obat-obatan untuk mengatasi gejala, seperti antiemetik untuk mual dan muntah, analgesik untuk nyeri perut atau dada, antikonvulsan untuk kejang, antiaritmia untuk gangguan irama jantung, dan lain-lain
  3. Pemberian suplemen kalsium untuk mengatasi hipokalsemia
  4. Pemberian bikarbonat untuk mengoreksi asidosis metabolik
  5. Pemberian vitamin B6 untuk membantu metabolisme glikolat menjadi glisin
  6. Pemberian tiosulfat untuk membantu metabolisme oksalat menjadi sulfat
  7. Pemberian natrium hidroksida untuk menetralkan asam oksalat
  8. Dialisis atau hemodialisis untuk membersihkan darah dari racun dan metabolit beracun jika fungsi ginjal terganggu

Bagaimana Cara Mencegah dan Menghindari Keracunan EG dan DEG?

Keracunan EG dan DEG dapat dicegah dan dihindari dengan cara-cara berikut:

  1. Selalu memeriksa label, kemasan, dan tanggal kadaluarsa obat sirup flu sebelum membeli atau mengonsumsinya. Hindari obat sirup flu yang tidak memiliki izin edar, tidak jelas asal-usulnya, atau sudah melewati batas waktu penggunaannya.
  2. Selalu menyimpan obat sirup flu di tempat yang aman, kering, dan terpisah dari produk lain yang mengandung EG atau DEG. Jangan menyimpan obat sirup flu di kulkas, dapur, atau kamar mandi yang berisiko terkontaminasi oleh produk lain.
  3. Selalu mengikuti petunjuk penggunaan dan dosis obat sirup flu yang tertera pada label atau resep dokter. Jangan mengonsumsi obat sirup flu secara berlebihan atau tanpa indikasi medis.
  4. Selalu waspada terhadap gejala keracunan EG atau DEG yang mungkin timbul setelah mengonsumsi obat sirup flu. Jika Anda merasakan gejala tersebut, segera hubungi dokter atau pusat racun terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
  5. Selalu mengedukasi diri sendiri dan keluarga tentang bahaya EG dan DEG serta cara mencegah dan menghindari keracunan oleh kedua senyawa ini.

Demikianlah artikel yang saya buat tentang obat sirup flu tercemar EG dan DEG. Saya harap artikel ini dapat memberikan informasi yang berguna dan menambah wawasan Anda tentang kesehatan. Apakah Anda memiliki pertanyaan atau komentar tentang artikel ini?

Posting Komentar untuk "Obat Sirup Flu Tercemar EG-DEG: Apa Bahayanya dan Bagaimana Mencegahnya?"