. Tranfuse Darah - PORTAL INFORMASI KESEHATAN
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
Blogger Jateng

Tranfuse Darah

Tranfuse Darah

Transfusi darah adalah prosedur medis di mana darah yang diambil dari seorang donor yang sehat disuntikkan ke dalam tubuh penerima yang membutuhkan. Tujuan utama dari pemberian transfusi darah adalah untuk menggantikan atau meningkatkan komponen darah yang hilang atau rusak, serta untuk meningkatkan kemampuan darah dalam membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Beberapa tujuan pemberian transfusi darah antara lain:
  1. Menggantikan kehilangan darah: Transfusi darah digunakan untuk menggantikan darah yang hilang akibat cedera, pembedahan, atau kondisi medis lainnya seperti anemia berat.
  2. Meningkatkan kemampuan membawa oksigen: Jika seseorang mengalami kekurangan sel darah merah yang sehat, seperti dalam kasus anemia, transfusi darah dapat meningkatkan jumlah sel darah merah yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.
  3. Menggantikan faktor pembekuan darah: Pemberian darah atau komponen darah tertentu dapat diperlukan untuk menggantikan faktor pembekuan darah yang kurang atau tidak berfungsi dengan baik. Hal ini umumnya terjadi pada penderita hemofilia atau penyakit perdarahan lainnya.
  4. Memperbaiki fungsi sistem kekebalan tubuh: Transfusi darah dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh pada individu dengan kegagalan sumsum tulang atau kondisi imunodefisiensi.
Tranfuse Darah


Jenis sedian darah yang tersedia dalam transfusi darah meliputi:
  1. Sel darah merah (red blood cells/RBC): Komponen utama dalam darah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Transfusi sel darah merah digunakan untuk menggantikan atau meningkatkan jumlah sel darah merah pada individu dengan anemia berat atau kehilangan darah.
  2. Plasma: Bagian cair dari darah yang mengandung berbagai protein, garam, hormon, dan nutrisi penting. Plasma digunakan dalam transfusi untuk menggantikan volume cairan tubuh yang hilang, memperbaiki koagulasi darah, atau memberikan faktor kekebalan tubuh.
  3. Trombosit (platelets): Sel darah kecil yang berperan dalam pembekuan darah. Transfusi trombosit dapat diberikan kepada individu dengan gangguan pembekuan darah atau kekurangan trombosit, seperti pada penderita trombositopenia atau pasca-pembedahan tertentu.
  4. Plasma beku (cryoprecipitate): Komponen dari plasma yang kaya akan faktor pembekuan darah, seperti fibrinogen dan faktor von Willebrand. Transfusi plasma beku digunakan dalam kasus-kasus kegagalan koagulasi yang parah atau pada penderita hemofilia.

Pemilihan jenis sedian darah yang tepat untuk transfusi tergantung pada kondisi medis individu dan kebutuhan spesifik mereka. Keputusan mengenai pemberian transfusi darah harus dibuat oleh tenaga medis yang kompeten berdasarkan evaluasi kondisi pasien.

Posting Komentar untuk "Tranfuse Darah"